wrapper

Beaking News

Hal ini menjadi antitesis dari penindakan terhadap teroris di lapangan. "Tidak bisa mencegah terorisme kalau hanya pada aspek penindakan," kata Ali dalam sebuah diskusi publik di Graha Widya LIPI, Jalan Gatotol Subroto, Jakarta, Jumat (22/1/2016).


Ali menjelaskan, dirinya masih bisa menemukan dengan mudah buku-buku yang dikarang oleh Ibnu Taimiyah, Abul A'la Al-Maududi, dan Sayid Kutub, para pemikir Islam berpaham radikal yang dianggap berbahaya.

Menurutnya, di samping tindakan penindakan, pengawasan terhadap menyebarluasnya paham-paham radikal melalui media buku, harus juga mendapat perhatian pemerintah.

"Banyak kemudian buku-bukunya diterjemahkan di Indonesia, bisa dicek bagaimana sampai dicetak berulang kali. Anehnya di Indonesia banyak kita jumpai buku-buku Sayid Qutub atau Al Maududi. Jadi Indonesia ini berusaha menangkal terorisme tetapi, buku itu masih beredar di mana-mana," jelas dia.

Paham radikal juga berpotensi tersebar melalui brosur siraman rohani yang biasanya tersedia di masjid setiap Jumat. Ali mengatakan banyak menemukan di antara selebaran ini yang bernada mengolok-olok pemerintah, ujungnya si penulis mengklaim bahwa kegagalan negara tersebut karena tidak menerapkan sistem Islam.

"Kalau kita Salat Jumat, di masjid-masjid banyak beredar brosur. Paragraf pertama biasanya bagus, tapi belakangan, 'banyaknya korupsi karena pemerintah tidak menganut sistem Islam', begitu katanya," ujar Ali.

Hal-hal semacam inilah yang harus diantisipasi oleh pemerintah karena berpotensi melahirkan teroris dalam jumlah yang cukup besar.(okezone.com)

Tagged under

Leave a comment

Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Green Red Radian
Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
SJ Financial II - шаблон joomla Форекс