wrapper

Beaking News

Berita

Sekolah Kamnas Angkatan ke-2 Dimulai

Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) kembali membuka Sekolah Keamanan Nasional (Kamnas). Pada awal Desember 2016 lalu, dimulai  untuk angkatan kedua tahun 2016/2017.

Sekolah Kamnas sendiri adalah  sekolah yang membangun SDM yang menguasai bidang keamanan. Saat ini sudah Angkatan ke-2 dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang. Jumlah ini sangat di luar perkiraan, karena masih banyak yang ingin daftar ditolak. “Sesuai kuota awal siswa 21 orang paling banyak. Tapi sekarang menjadi 31 orang. Pembengkakan ini terpaksa. Harus dilakukan. Itu pun banyak yang tidak tertampung mengingat pengajaran yang ideal,” kata Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UJB) Rektor Irjen (Purn) Drs H Bambang Karsono,SH,MM.

 

Drs H Bambang Karsono,SH,MM, dalam sambutan pembukaan angkatan keduia menyatakan, dirinya tidak menyangka akan menjadi Rektor di UBJ ini. Begitu juga, kata Bambang lagi, ketika dirinya meminta Prof Kikie untuk memberi orasi ilmiah di kampus UBJ tersebut.

Ketika itu, kata Bambang, Prof (Ris) Hermawan Sulistiyo menghatakan kepadanya, “Tak menyangka kalau ada orang yang mau memberinya tempat di kampus, biasanya berorasi di jalanan”. Selanjutnya, Bambang pun menghadap pimpinan yang punya otoritas di kampus Ubhara, bahwa kampus ingin membuka Pusat Kajian Keamanan Nasional ( Puskamnas ), dan dipimpin oleh Prof Kikie,

“Saya pun kembali mendatangi Prof Kikie. Karena ada kesamaan tujuan. Bahwa Kamnas tidak berkiblat ke mana-mana, selain satu tujuan membela negara, maka bersedialah Prof Kikie,” kata Bambang. Sejak itu lahirlah Sekolah Kamnas.

Puskamnas dalam perjalanannya juga berkontribusi menerbitkan ” jurnal ” keamanan nasional dan bahkan wadah untuk para lulusan sudah disediakan. Namanya Rumah Kamnas. Ditambahkan Bambang, bahwa UU ataupun Rumusan Strategi yang terkait dengan Keamanan Nasional untuk mendapatkan kajian akademik dan berstandart akademik perlu dibawa ke Kampus, karena kampus punya kebebasan akademik.

Maksum zubeir Ketua Umum Rumah Kamnas menyambut baik ajakan Rektor Universitas Bhayangkara Jaya dan sesuai dengan Renstra Rumah Kamnas akan segera menindaklanjuti dengan kajian-kajian dan diskusi-diskusi rutin terkait issu keamanan yg ideal di Indonesia. Maksum menambahkan, Rumah Kamnas sebagai wadah perkumpulan alumni sekolah kamnas merasa optimis melaksanakan amanat Kepala Puskamnas Ubhara Jaya bahwa alumni sekolah kamnas harus berkontribusi langsung untuk masyarakat, bangsa dan negara, karena akan mendapat amunisi SDM dari alumni sekolah kamnas angkatan 2 (dua) ini.

Rumah Kamnas akan segera mempersiapkan diri baik secara kelembagaan maupun SDM untuk bisa berkontribusi di tingkat Provinsi dengan agenda utama merumuskan kajian tentang keamanan daerah yg ideal, sesuai SWOT yg ada di daerah masing2 dalam hal ini Rumah Kamnas harus punya LO di tingkat provinsi dg penugasan melaksanakan koordinasi dan kemitraan dg pemerintah daerah, kapolda dan isntansi terkait serta pihak swasta di daerah.

Ali Asghar yang hadir mewakili Kepala Puskamnas Prof (Ris) Hermawan Sulistyo Phd mengatakan  bahwa Puskamnas akan terus memajukan UBJ untuk terus bersaing dengan kampus lain di bidang keilmuan dan semakin maju pesat. “Khusus untuk angkatan kedua ini berbeda dengan angkatan pertama, dimana angkatan kedua ini nantinya akan mendapat dua ijazah, yakni ijazah wisudah sekolah seperti angkatan pertama. Ijazah kedua adalah akan mendapat gelar Cum Laude bagi yang membuat tulisan ilmiah,” katanya.

Ketidak hadiri Prof Kikie pada acara pembukan Sekolah Kamnas angkatan kedua ini dikarenakan masih berada di luar negeri untuk memberi orasi ilmiah. Kepala Puskamnas UBJ, Prof (Ris) Hermawan Sulistyo Ph.D atau yang akrab di sapa Prof Kikie, diwakili Ali Asghar, MA,Pol, membuka tanda dimulainya kuliah perdana Sekolah Kamnas mengatakan, untuk angkatan kedua ini geloranya sangat tinggi.

“Antuasias untuk masuk Sekolah Kamnas sangat bergelora, melebih target bahkan kita terpaksa menolak dan menyarankan untuk masuk pada angkatan ketiga atau berikutnya. Sampai ancaman gelora itu saya hadapi,” katanya.

Ali menambahkan, antusiasnya masyarakat yang ingin masuk Sekolah Kamnas. “Kapasitas untuk angkatan kedua ini melebih target yang seharusnya 21 siswa tapi terpaksa menampung 31 orang,”

Pada kuliah perdana yang diikuti siswa dari berbagai profesi seperti pengajar, praktisi hukum, wirausaha, anggota Polri dan wartawan itu disampaikan secara umum oleh Kusnanto Angoro,Ph.D, di Kampus UBJ, di Jalan Raya Perjuangan, Marga Mulya, Bekasi Utara, Jawa Barat, pada hari ini, Kamis 1 Desember 2016.

Kusnanto mengatakan, bangsa Indoensia menghadapi paradigma people energi seperti cadangan minyak bila terjadi serangan mendadak, akan merepotkan menghadapinya. “Bangsa kita tidak bisa mengirim pasukan bila terjadi serangan mendadak, karena Indonesia tidak punya cadangan yg cukup untuk Kamnas,” kata Kusnanto.

Dikatakannya, Indonesia hanya memiliki cadangan komersial 22 hari, “Cadangan ketahanan untuk TNI maupun Polri,” belum memadahi, terangnya. Bila dibandingkan dengan Jepang yang memiliki 60 hari cadangan ketahanannya. “Strategi perang kita kalah degan negara lain yang memiliki cadangan sampai 60 hari. Jepang itu, energinya merupakan hidup matinya negara.

Ancaman energi kata Kuntoro, sangat strategis pada perang negara yang dapat tumbuhnya separatis.  “Gerakan yang semula mengganggu tataran wilayah, kemudian menjadi ganguan nasional, lalu pada negara. Oleh karenanya perlu pencegahan dini,” katanya. (dra)

 

Sumber: amunisinews.com edisi 2 Desember 2016 diakses melalui http://amunisinews.com/sekolah-kamnas-angkatan-ke-2-dimulai/

Read more

Sekolah Kamnas Angkatan Kedua Bergelora

TRANSINDONESIA.CO – Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) kembali membuka Sekolah Keamanan Nasional (Kamnas) untuk angkatan kedua tahun 2016/2017.

 

Kepala Puskamnas UBJ, Prof (Ris) Hermawan Sulistyo Ph.D atau yang akrab di sapa Prof Kikie, diwakili Ali Asghar, MA,Pol, membuka tanda dimulainya kuliah perdana Sekolah Kamnas mengatakan, untuk angkatan kedua ini geloranya sangat tinggi.

 

“Antuasias untuk masuk Sekolah Kamnas sangat bergelora, melebih target bahkan kita terpaksa menolak dan menyarankan untuk masuk pada angkatan ketiga atau berikutnya. Sampai ancaman gelora itu saya hadapi,” katanya.

 

Puskamnas UBJ membuka kuliah perdana Sekolah Kamnas angkatan kedua, Kamis 1 Desember 2016.[HSB] 

Puskamnas UBJ membuka kuliah perdana Sekolah Kamnas angkatan kedua, Kamis 1 Desember 2016.[HSB]

Ancaman gelora tersebut dinilai positif Ali, sebagai antusiasnya masyarakat yang ingin masuk Sekolah Kamnas. “Jadi kapasitas untuk angkatan kedua ini melebih target yang seharusnya 21 siswa tapi terpaksa menampung 31 orang,” kata Ali.

Sedangkan Rektor Irjen (Purn) Drs H Bambang Karsono,SH,MM, dalam sambutannya menyatakan, dirinya tidak menyangka akan menjadi Rektor di UBJ ini.

 

“Begitu pula saat saya meminta Prof Kikie untuk memberi orasi ilmiah di kampus UBJ ini, tak menyangka kalau ada orang yang mau memberinya tempat di kampus. Soalnya Prof Kikie menyatakan biasa berorasi di jalanan,” cerita Rektor bagaimana dia dan Prof Kikie tidak menyangka diberi amanah untuk membangun sumber daya manusia di Kampus UBJ.

 

Tekad Bambang dan Prof Kikie memajukan UBJ untuk terus bersaing dengan kampus lain di bidang keilmuan semakin maju pesat.

 

“Khusus untuk angkatan kedua ini berbeda dengan angkatan pertama, dimana angkatan kedua ini nantinya akan mendapat dua ijazah, yakni ijazah wisudah sekolah seperti angkatan pertama. Ijazaha kedua adalah akan mendapat gelar Cum Laude bagi yang membuat tulisan ilmiah,” katanya.

 

Ketidak hadiri Prof Kikie pada acara pembukan Sekolah Kamnas angkatan kedua ini dikarenakan masih berada di luar negeri untuk memberi orasi ilmiah.

 

Sebelumnya Maksum Zubair, menyatakan alumni angkatan pertama Sekolah Kamnas mengagendakan Rumah Kamnas yang saat ini sudah terwujud dan tempatnya dikawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

 

“Insyaalah angakatan pertama telah merampungkan agenda Rumah Kamnas, yang akan diresmikan Januari 2017,” kata Maksum yang merupakan alumni pertama Sekolah Kamnas.

 

Maksum yang juga Ketua Umum Rumah Kamnas ini menyatakan, untuk angkatan kedua nantinya diharapkan membuat agenda-agenda ilmiah sebagai masukan baik terhadap UU maupun kebijakan khsususnya tentang Kamnas.

 

“Peran inilah yang sangat penting bagi kita dalam mengawal dan membuat kebijakan Kamnas sebagai sumbangsih pada pemerintahan,” katanya.

 

People Energi

 

Pada kuliah perdana yang diikuti siswa dari berbagai profesi seperti pengajar, praktisi hukum, wirausaha, anggota Polri dan wartawan itu disampaikan secara umum oleh Kusnanto Angoro,Ph.D, di Kampus UBJ, Jalan Raya Perjuangan, Marga Mulya, Bekasi Utara, Jawa Barat, Kamis 1 Desember 2016.

 

Kusnanto mengatakan,bangsa Indoensia menghadapi pradigma people energi seperti cadangan minyak bila terjadi serangan mendadak.

 

“Bangsa kita tidak bisa mengirim pasukan bila terjadi serangan mendadak, karena Indonesia tidak punya cadangan minyak untuk Kamnas,” kata Kusnanto.

 

Dikatakannya, Indonesia hanya memiliki cadangan komersial 22 hari tetapi bukan untuk Kamnas. “Cadangan ketahanan kita tidak punya baik TNI maupun Polri,” terangnya.

 

Bila dibandingkan dengan Jepang yang memiliki 60 hari cadangan ketahanannya. “Strategi perang kita kalah degan negara lain yang memiliki cadangan sampai 60 hari. Jepang itu, energinya merupakan hidup matinya negara. Sedangkan Indonesia tergantung, mau hidup enak, sederhana, miskin, bukan untuk negara,” ucapnya.

 

Ancaman energi kata Kuntoro, sangat strategis pada perang negara yang dapat tumbuhnya separatis.  “Gerakan yang semula mengganggu tataran wilayah, kemudian menjadi ganguan nasional, lalu pada negara. Sehingga ini sulit kedepan akibat dilambatnya pencegahan dini tadi,” katanya.[HSB]

 

Sumber: 

transindonesia.co edisi 1 Desember 2016 diakses melalui

http://transindonesia.co/2016/12/sekolah-kamnas-angkatan-kedua-bergelora/

Read more

HANYA DENGAN DOA POLRI HADAPI MASSA PENDEMO AHOK

POSKOTA.CO – Polri patut menjadi kiblat democratic policing di dunia dalam menangani aksi demo berbasis agama. Hanya di Indonesia pengamanan demo (unjuk rasa) menggunakan simbol agama dengan pembacaan doa oleh jajaran kepolisian yang langsung berhadapan dengan massa.

Ini artinya, Polri memahami karakter massa digunakan konsep pemolisian berbasis agama. Situasi tersebut mampu mengeleminir ketegangan dengan massa. Bahkan tak jarang massa berselfie dengan Polwan berjilbab. “Konsep humanis yang sangat menyejukan,” ungkap Ali Asghar Sekjen Rumah Kamnas dan peneliti Puskamnas, pada wartawan Sabtu(5/11).

Ali menyayangkan pasca jam 18.00 munculnya massa yang tiba-tiba menyulut bentrokan sehingga jatuhnya korban luka. “Darimana massa yang liar tak terkendali itu, padahal dari siang pendemo cukup tertib. Ini harus diungkap,” tandas Ali.

Di tempat terpisah, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, ada dua kelompok pada aksi Demo 4 November. Mereka yang benar-benar datang untuk aksi damai, dan kelompok yang sengaja ingin membuat kerusuhan.

Menjelang magrib, kelompok yang ingin menyuarakan aspirasi mereka juga mulai bubar dengan tertib, sebagian masih ada yang salat di lapangan maupun Masjid Istiqlal.

Namun sejumlah orang tiba-tiba melakukan aksi anarkis dan terus menyerang petugas kepolisian. Bahkan ada personel polisi yang sebagian mukanya hancur karena serangan kelompok massa itu. “Mereka menyerang petugas. Mereka terobos barrier, masuk mendekat ke Istana, ini tidak dibenarkan,” tandas Boy.

Dari data kepolisian, tercatat memang ada kelompok tertentu yang memiliki agenda tertentu. Untuk itu sejak awal polisi memang sudah berusaha mengantisipasinya.

http://poskota.co/nasional/ibu-kota/hanya-dengan-doa-polri-hadapi-massa-pendemo-ahok/

Read more

Pumkamnas Tolak Usulan TNI Terlibat Penindakan Terorisme

Read more
Template Settings

Color

For each color, the params below will give default values
Blue Green Red Radian
Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
SJ Financial II - шаблон joomla Форекс